Header image  
SOLUSI KELUARGA TERCINTA  
line decor
  HOME  ::  
line decor
   
 
Anak Super Cerdas

Siapapun orang tua pasti merasa senang dan bangga apabila memiliki anak yang cerdas, tangkas dan berbudi luhur. Namun, memiliki anak seperti kriteria tersebut tidaklah mudah. Diperlukan banyak tips tertentu agar tercapai apa yang kita harapkan. Kemampuan anak sekarang bukan hanya dilihat dari kecerdasan IQ yang tinggi, tetapi juga kemampuan anak mengolah emosi (EQ), kemampuan Spiritual (SQ) maupun mengeluarkan dan pengelolaan kemampuan potensialnya (PQ).

Anak sebaiknya selain dididik agar cerdas, juga di berikan stimulus untuk berpikir kreatif, imajinatif, dan mempunyai emosi yang stabil. Selama ini, banyak anak yang pandai secara intelektual, tapi gagal secara emosional. Terlihat dari hasil penelitian di USA pada tahun 1998 tentang IQ, ternyata ditemukan pada skor IQ anak-anak yang semakin tinggi. Tetapi, kecerdasan emosional mereka justru menurun. Sehingga, anak-anak generasi kini cenderung mengalami masalah emosinya. Dalam hal ini, anak-anak tumbuh dalam kesepian dan depresi, lebih mudah stres, lebih mudah marah, dan lebih sulit diatur. Juga, lebih gugup, mudah terpengaruh, dan cenderung suka cemas serta agresif. Mungkin, itulah salah satu alasan, mengapa saat ini banyak terjadi perkelahian, kenakalan remaja, pemakaian narkoba, bahkan tindak kriminal.

Penelitian para psikolog USA menyimpulkan kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan sangat didukung kecerdasan emosional (EQ-80 persen). Sedangkan, peranan kecerdasan intelektual (IQ) hanya 20 persen. Setiap manusia memiliki kecerdasan potensial dimana Total Kecerdasan Manusia (100%) = 80 persen% [Kecerdasan potensial (PQ) & Kecerdasan emosional (EQ)] + 20 persen [Kecerdasan Intelektual (IQ)].

Ternyata, pusat kendali IQ dan EQ adalah kecerdasan spiritual (SQ), sehingga diyakini bahwa SQ yang menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang. Dalam hal ini, IQ dan EQ akan bisa berfungsi secara baik/efektif jika dikendalikan oleh SQ. Kecerdasan tersebut (PQ-IQ-EQ-SQ) bisa ditingkatkan supaya lebih optimal dengan bimbingan yang terarah. Sehingga, keberhasilan dan kesuksesan bisa segera didapatkan.

CD Audio hypnosis Anak Cerdas, dirancang untuk dapat meningkatkan multi talent (PQ-IQ-EQ-SQ) untuk membentuk anak berkepribadian, berkemampuan optimal, beriman dan beramal sholeh.

Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya Right Brain Education in Infancy menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano. Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal LEBIH CEPAT daripada kalkulator !  Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui PET scan terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang. Di sekolah Shichida, saya (Shinagawa) melihat bagaimana anak-anak SD mampu membaca 1 jilid buku hanya dalam waktu 3-5 menit saja, dan dia tahu persis apa isi buku yg dibacanya. Menurutnya, dia seperti memotret atau men-dowload tiap-tiap halaman buku tsb, dan ketika ditanya, dia akan membuka tiap-tiap halaman bukunya di dalam otaknya untuk mencari jawabannya dengan cepat.

Mana yang dulu digunakan : Otak Kanan atau Otak Kiri?
Anda si Otak Ekstrem Kanan atau Si Ekstrem Otak Kiri atau Si Otak Seimbang? Mana dulu yang sebaiknya digunakan, Otak Kanan dulu baru Otak Kiri atau sebaliknya? Ingat cerita : bagaimana awalnya Archimides mengungkap tentang massa jenis? Mana dulu yang digunakan Archimides otak kanan atau otak kirinya? Bagaimana awalnya Newton mengungkap tentang gravitasi? Mana dulu yang digunakan Newton, otak kanan atau kiri? Bagaimana awalnya Einstein dengan teori relativitasnya? Mana dulu yang digunakan Einstein, otak kanan atau otak kiri? Atau ide menjual air di negeri yang penuh air (AQUA) oleh Tirto Utomo? Mana yang digunakan Tirto Utomo, otak kanan atau otak kirinya? Ketika dia menjual air minum 250 mm seharga Rp 500,00; sementara PDAM menjual air bersih seribu liter seharga Rp 2 ribu?

Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian :
Si otak kanan : humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ide = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.
Si otak kiri :  serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.

Para siswa SD, SMP, sampai SMA menggunakan mungkin sampai 6 jam waktunya belajar di sekolah dan PR per hari dan ikut les/bimbingan belajar. Mereka ini terfokus belajar dengan memanfaatkan otak kiri, misalnya mereka belajar matematika, fisika, kimia, biologi, sejarah, bahasa, dan lain-lain. Mereka ini diajarkan menggunakan logika dan belajar dengan cara yang runut (sekuensial). Amat jarang mereka belajar bagaimana menggunakan intuisi dan imajinasi. Katakanlah mereka belajar di SD selama 6 tahun, di SMP selama 3 tahun, dan di SMA selama 3 tahun. Jadi selama 12 tahun, mereka rata-rata menggunakan waktu 6 jam per hari. Jika satu minggu mereka belajar selama 5 hari di sekolah. Dan ada 4 minggu per bulan, serta belajar efektif di sekolah selama 9 bulan per tahun, maka dari SD sampai SMA mereka belajar menggunakan otak kiri selama:

6 jam/hari x 5 hari/minggu x 4 minggu/bulan x 9 bulan/tahun x 12 tahun = 12.960 jam.

Pertanyaannya adalah berapa lama pola pembelajaran yang memanfaatkan otak kanan, Apakah pemanfaatan otak Anak Kita sudah seimbang ?

Untuk membooster / meningkatkan penggunaan otak kanan anak dapat dilakukan dengan meningkatkan daya visualisasi anak. Anda dapat menggunakan "Kartu Super Memori" untuk meningkatkan berkemampuan optimal otak kanan anak.
Berikut adalah tips yang paling penting dalam meningkatkan kecerdasan anak:

  1. Interasi dengan anak-anak, bermain dengan mereka, dan buat mereka (Anak)  merasa dicintai - Para ilmuwan mengamati bahwa bayi yang tidak dipeluk, dimainkan dengan kasih sayang  akan memiliki pertumbuhan otak yang kerdil. Mereka juga mengamati bahwa bayi yang tidak dipegang / mendapat sentuhan serta tidak mendapat perhatian akan mengalami gagal tumbuh, menjadi tertekan, dan akhirnya meninggal. Di sisi lain, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pelukan, interaksi dan bermain dengan anak Anda memiliki pengaruh yang kuat pada pengembangan kecerdasan mereka. Jalinan cinta kasih dibentuk antara Anda dan anak Anda serta  interaksi Anda dan Anak akan memberikan mereka dasar untuk keterampilan berpikir lebih lebih  tinggi.
  2. Ajak anak anda berbicara – Pengembangan ini akan meningkatkan keterampilan berbahasa anak. Selain itu  dengarkan anak Anda ketika ia berbicara. Ini dia memperkuat keterampilan untuk berkomunikasi dan mengembangkan fasilitas berbahasa.
  3. Bacakan buku / cerita pada Anak Anda - Mulai membaca kepadanya meskipun dia tidak memahami kata-kata. Ini memberikan dia seorang kepala mulai dalam mengembangkan kemampuan bahasa. Anak yang dibaca ketika muda lebih mungkin untuk mengembangkan minat baca sepanjang hayat, juga berhasil dalam sekolah, dan berhasil dalam kehidupan dewasa. Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang paling penting yang membuat anak-anak cerdas dan pintar.
  4. Biarkan Anak Anda bermain - Bila Anak Anda bermain, ia membuat pondasi keahlian secara intelektual, sosial, fisik dan emosional keterampilan. Ketika ia bermain dengan anak-anak lainnya, ia belajar untuk menggabungkan ide, kesan dan perasaan dengan anak lainnya.
  5. Mendorong anak Anda untuk latihan - latihan fisik tidak hanya membuat Anak Anda kuat, tetapi juga meningkatkan aliran darah ke otak dan membangun sel-sel otak baru. Latihan yang baik untuk orang dewasa 'mental jelasnya, namun ia memiliki lebih lama efek pada anak-anak masih berkembang otak.

 Artikel diambil dari berbagai sumber

Kembali ke atas